9 Gejala Kurang Darah Yang Harus Anda Tahu dan Waspadai

Posted on

Kurang darah atau anemia adalah kondisi tubuh yang kekurangan sel darah merah yang sehat dan berfungsi baik. Anemia bisa diketahui dari pemeriksaan kadar hemoglobin dalam darah, sel darah merah dan feritin (protein penyimpan zat besi). Minimnya kadar hemoglobin mengakibatkan munculnya beragam gejala kurang darah.

Kurang darah beda dari tekanan darah rendah/hipotensi. Hipotensi adalah kondisi tekanan darah di bawah standar normal, yaitu antara 60 mmHg untuk tekanan darah bawah (diastolik), hingga 90 mmHg untuk tekanan darah atas (sistolik).

Gejala Kurang darah atau Anemia
Gejala Kurang darah atau Anemia

Diantara beragam gejala kurang darah 9 gejala ini paling mudah dikenali.

  1. Kelelahan

Gejala paling umum dari kondisi kurang darah adalah mudah mengalami kelelahan. Meskipun pada dasarnya tidak setiap kelelahan adalah gejala kurang darah, namun jika keadaan ini dilengkapi dengan tanda lainnya, sebaiknya Anda segera periksakan kadar darah Anda.

  1. Jantung Berdebar

Menurut penelitian yang dilakukan National Heart Lung and Blood Institute (NHLBI) anemia mengakibatkan beban sistem peredaran darah (kardiovaskular) bertambah akibat dari kurangnya oksikgen dalam darah yang disebabkan oleh kadar hemoglobin yang rendah. Hal ini menyebabkan jantung bekerja lebih berat hingga detaknya pun meningkat dan jantung terasa berdebar.

  1. Sakit Kepala

Gejala kurang darah berupa sakit kepala terjadi akibat minimnya pasokan oksigen dalam darah. Sering pula disertai dengan mata berkunang-kunang seperti akan pingsan. Tentunya gejala ini sangat mengganggu aktifias sehari-hari.

  1. Pusing Dan Seperti Akan Pingsan

Pusing tak hanya terkait dengan adanya gangguan otak, penglihatan, atapun vertigo, namun pusing juga sering dialami para penderita anemia. Lagi-lagi hal ini akibat kurangnya pasokan oksigen dalam darah. Sehingga pusing sering menjadi patokan para dokter untuk mendiagnosa anemia stadium awal.

  1. Warna Kulit Pucat

Kulit yang memucat menunjukkan adanya aliran darah maupun produksi sel darah merah yang menurun. Sebagaimana diketahui bahwa hemoglobin merupakan zat yang memberi efek kemerahan pada warna kulit, maka kekurangan hemoglobin akan mengakibatkan warna kulit memudar dan pucat. Keadaan ini paling mudah terlihat pada sekitar kelopak mata bawah.

  1. Rentan Terserang Infeksi

Saat tubuh kekurangan sel darah merah, maka pasokan oksigen ke limpa berkurang. Akibatnya limpa yang merupakan organ pelindung tubuh dari infeksi akan menurun kinerjanya, sehingga tubuh akan lebih rentan terserang infeksi. Kelenjar getah bening yang memproduksi sel darah putih juga akan kurang optimal akibat kekurangan oksigen. Sehingga sel darah putih pelindung tubuh juga kurang normal dan tubuh semakin mudah terserang penyakit.

  1. Sindrom Restless Leg (Kaki Gelisah)

Sindrom restless leg adalah suatu kondisi dimana penderitanya merasa terdorong untuk selalu menggerakkan kaki. Keadaan ini akibat dari kekurangan zat besi dan berkurangnya sel darah merah. Penderitanya akan merasakan getaran seperti aliran listrik di kakinya.

  1. Kerontokan Rambut

Kerontokan rambut hingga lebih dari 100 helai perharinya sudah bukan hal yang wajar. Hal ini bisa menjadi gejala kekurangan za besi yang memasok oksigen ke akar rambut. Kondisi rambut akan kembali membaik ketika zat besi sudah terpenuhi.

  1. Pembengkakan Lidah

Kekurangan oksigen akibat kurang darah juga mengakibatkan pembesaran organ-organ tubuh. Bahkan seluruh otot termasuk lidah akan mengalami pembengkakan, dan lidah yang bengkak akan terasa sakit. Bahkan kekurangan zat besi juga mengakibatkan timbulnya retak di bagian mulut.

Itulah 9 gejala kurang darah atau anemia yang harus diketahui sejak dini. Segera periksakan kadar darah atau hemoglobin Anda ketika merasakan gejala tersebut agar mendapat penanganan sejak dini.