Dari Penyebab hingga Gejala Flu Babi yang Umum Terjadi

Posted on

Flu babi merupakan sebutan atau istilah yang berkaitan dengan jenis influenza yang dikarenakan terkenanya virus bernama H1N1. Mengapa di sebut dengan istilah Flu Babi ? Sebab penyebaran yang terjadi pada manusia sama persis virus invluenza yang juga menyebabkan influenza pada babi.

Banyak faktor yang menyebabkan firis ini terjadi pada manusia. Virus ini sangat berkembang esat pada 2009 namun berlangsung tidaklah lama tahun 2010 viris ini berhenti. Namun saat ini virus H1N1 sudah tidak begitu terpublish karena sudah berkurangnya. Walauun seerti ini, melakukan pencegahan dengan memberikan vaksinasi influenza tahunan.

Dari Penyebab hingga Gejala Flu Babi yang Umum Terjadi
Dari Penyebab hingga Gejala Flu Babi yang Umum Terjadi

Gejala Flu Babi

Saat terjadi atau terkena virus H1N1 ini ada beberapa ciri atau gejala yang mungkin akan dialami oleh enderita dan ini akan berpengaruh setelah terkena viris dalam waktu 24 hingga 72 jam. Gejalanya mirip seperti flu biasa sehingga akan sulit terdeteksi, berikut ini adalah indikasi yang biasanya muncul :

  1. Hidung tersumbat atau beringus
  2. Mata yang merah dan berair
  3. Sakit tenggorokan
  4. Batuk
  5. Demam
  6. Kelelahan
  7. Pegal-pegal
  8. Sakit kepala

Seseorang yang terkena flu biasanya tidak perlu ke dokter karena beberapa hari sudah akan baikan, tetapi ada beberapa kondisi tubuh yang memang perlu ke dokter karena retan dengan komplikasi ini dan berikut ini adalah spesifikasinya :

  • Usia di atas 65th dan berusia di bawah 2 tahun
  • Mengalami Obesitas
  • Pekerja medis seperti perawat & dokter
  • Kekebalan tubuh yang buruk, misal karena mengindap Hiv
  • Ketika sedang hamil

Penyebab dan Penularan Flu Babi

Flu babi adalah virus yang di sebabkan oleh H1N1. Sama halnya dengan influenza biasa virus akan menyerang bagian bagian sel terutama pada dinding hidung, tenggorokan serta bagian paru-paru.

Penularan yang dilakukan oleh virus tersebut (H1N1) sama dengan penularan influenza lainnya yaitu melalui bersin dan batuk. Terutama bila tetesan ingus atau air liur yang langsung mengenai mulut hidung dan permukaan mata, maka akan terkena panjaan oleh virus. Tetapi mengkonsumsi daging babi bukanlah penyebab terkena virus H1N1.

Pengobatan dan Pencegahan Flu Babi

Dalam pengobatan virus H1N1 ini memiliki berbagai cara yang berbeda dalam penanganannya. Hal ini dapat di lihat dengan tingkat keparahan, kesehatan pasien, kondisi fisik serta gejala yang di alami oleh pasien.

Bukan tidak mungkin penderita flu babi tidak bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah. Adapun langkah langkah sederhana yang dapat di lakukan adalah sebagai berikut ini :

  • Istirahat yang cukup
  • Hindari dehidrasi dengan mengkonsumsi banyak cairan
  • Jaga tubuh agar selalu hangat

Jika di butuhkan obat obatan juga akan di berikan oeh dokter untuk menjaga agar intensitas gejala yang di alami penderita tidak semakin parah. Obat yang di maksud bisa ibuprofen dan paracetamol.

Namun ada beberapa kasus flu babi ini yang perlu mendapatkan perawatan khusus dengan datang ke rumah sakit. Terutama jika mereka memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi dan obat yang di berikn oleh dokter berupa antivirus atau antibiotik.

Vaksinasi dan Pencegahan Flu Babi

Langkah awal dan yang paling untama untuk menghindari pencegahan influenza H1N1 ini adalah dengan memberikan vaksin khusus. Vaksin ini akan di berikan satu tahun sekali agar terhindar dari serangan H1N1.

Selain pemberian vasin ada beberapa langkah lain yang juga bisa di lakukan untuk mencegah hal ini terjadi sekaligus mencegah penularannya yaitu sebagai berikut :

  • Rajinlah untuk mencuci tangan dengan sabun dan air. Dan jika perlu gunakan yang berbahan dasar alqohol.
  • Hindari sebisa mungkin dengan orang yang sudah terkena virus ini
  • Jangan melakukan perjalanan jauh bila sakit
  • Jika salah satu anggota keluarga terkena Pastikan Anda atau salah satu keluarga Anda lainnya yang merawatnya agar tidak tertular pada seluruh anggota keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *