Gejala Hepatitis B Dan Ciri-Ciri Yang Tidak Pernah Anda Sadari

Posted on

Hepatitis B adalah penyakit yang timbul karena adanya peradangan hati. Serangan penyakit ini terjadi karena infeksi virus Hepatitis B atau HBV. Mengenali Gejala hepatitis B adalah penting agar anda tahu tindakan apa yang bisa anda lakukan serta pengobatan apa yang tepat supaya bisa menghindari resiko yang lebih besar.

Faktanya, banyak penderita penyakit Hepatitis B tidak sadar bahwa mereka positif mengidap penyakit tersebut. Sebab, selain tidak tahu ciri atau gejalanya, mereka mungkin kurang perhatian dengan kondisi tubuh. Jika penyakit tersebut tidak diobati dari awal, tentu akan berujung pada kondisi kronis.

Gejala Hepatitis B Dan Ciri-Ciri Yang Tidak Pernah Anda Sadari
Gejala Hepatitis B Dan Ciri-Ciri Yang Tidak Pernah Anda Sadari

Penyakit ini bahkan bisa mematikan jika dibiarkan hingga memasuki level kronis, sebab memicu masalah lainnya seperti sirosis hati, gagal hati, dan kanker hati.

Apa Saja Gejala Hepatitis B Yang Harus Diketahui

Tidak sedikit orang Indonesia yang terinfeksi Hepatitis B akut yang tidak tahu gejala sudah muncul dari awal. Hepatitis B Akut berarti penyakit masih dalam tahap awal, baru menunjukkan gejala perkembangannya, bukan dalam kondisi yang parah. Hepatitis B Akut adalah kondisi sakit Hepatitis dengan peradangan hati yang belum masuk enam bulan.

Beberapa gejala yang mungkin anda rasakan adalah:

  1. Badan terasa begitu lelah
  2. Demam ringan
  3. Sakit kepala
  4. Malas makan, mual, dan muntah
  5. Kurang nyaman di bagian kanan perut, terutama di bawah tulang rusuk (merupakan area hati yang sedang mengalami peradangan)
  6. Warna tinja pucat
  7. Urin gelap kecoklatan
  8. Penyakit kuning, dengan kulit dan bagian putih mata tampak kuning. Penyakit kuning menjadi tanda awal adanya kerusakan hati. Gejala hepatitis B ini baru muncul jika gejala lainnya di atas sudah hilang.

Berbeda lagi dengan Hepatitis B Kronis dimana para penderitanya lebih cenderung tidak merasakan adanya gejala tersebut. Gejala akut tampak berangsur membaik, tetapi virus yang menyebabkan penyakit ini masih ada dalam organ hati. Walaupun tidak ada gejala yang dirasakan, bukan berarti penderitanya merasa sembuh. Sebaliknya, virus yang tetap ada di tubuh mulai menggerogoti hati, sehingga terjadilah kerusakan yang parah. Penyakit ini dikatakan penyakit kronis jika sudah berlangsung sampai lebih dari enam bulan. Hal ini dikarenakan lanjutan dari fase akut.

Sangat sulit sekali untuk melihat apakah anda terinfeksi virus tersebut atau tidak hanya dengan melihat Gejala hepatitis B. Pemeriksaan dokter sangat dibutuhkan untuk menentukan status anda, apakah anda positif dengan penyakit tersebut atau tidak. Selain itu, anda juga harus mencari tahu riwayat kesehatan keluarga. Jika salah seorang keluarga mengidap penyakit tersebut, maka anda harus periksa untuk memastikan.

Memastikan Hepatitis B bisa dengan bantuan dokter. Dokter akan melakukan cek fisik dan tes darah. Anda juga mungkin akan ditanya tentang riwayat kesehatan anda seperti pekerjaan dan aktivitas seksual yang menyebabkan resiko terkena infeksi virus tersebut.

Ketika anda tidak melihat adanya Gejala hepatitis B pada tubuh anda, tetapi anda divonis terinfeksi dengan kondisi kronis, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter secara rutin. Biasanya, dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui kondisi dan fungsi hati serta aktivitas virus itu sendiri. Anda bisa meminta bantuan dokter untuk menggunakan beberapa tes agar anda bisa tahu perkembangan virus itu sendiri. Jika anda tidak sadar bahwa virus itu sedang berkembang biak, maka bisa membuat resiko Hepatitis Kronis semakin tinggi. Untuk itu, jangan pernah ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatan anda secara rutin dan jangan pernah menganggap apa-apa adalah sepele.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *