Waspadai Penyebab Penyakit TBC Sebelum Anda Tertular

Posted on

TBC adalah penyakit menular paru-paru yang penyebab utamanya adalah basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menular lewat media air liur yang terpercik saat penderitanya batuk.

Merupakan penyakit dalam peringkat 10 besar dunia yang menyebabkan kematian. Sedangkan Indonesia menurut WHO termasuk dalam kategori 6 besar negara yang banyak kasus TBC. Mengenali penyebab penyakit TBC penting untuk mencegah kita terjangkiti.

Waspadai Penyebab Penyakit TBC Sebelum Anda Tertular
Waspadai Penyebab Penyakit TBC Sebelum Anda Tertular

Penyebab Penyakit TBC dan Kelompok Berisiko Tinggi

TB paru adalah jenis TB yang paling sering menyerang orang. Gejala yang umum terjadi adalah batuk lebih dari 2 minggu, disertai berat badan menurun dan nafsu makan hilang. Pada malam hari biasanya akan terasa demam dan keluar keringat dingin. Batuk yang dialami kadang disertai darah dan rasa nyeri di dada.

Secara alami, tubuh yang sehat akan melawan basil TB yang masuk ke tubuh. Namun saat kondisi badan kurang sehat, sistem tersebut bisa gagal melindungi tubuh. Basil yang berhasil masuk ke tubuh ini tidak langsung aktif dan disebut laten. Sedangkan basil TB yang mulai aktif akan terus berkembang dan merusak jaringan paru-paru lalu menimbulkan gejala yang disebut dengan tuberkulosis aktif.

Menurut pada dokter ada beberapa kalangan yang memiliki risiko lebih tinggi terserang TB. Kelompok tersebut adalah orang yang lemah sistem kekebalan tubuhnya misal pengidap HIV dan diabetes. Para perokok dan pecandu narkoba juga masuk dalam kelompok ini. Demikian juga para petugas medis dan keluarga yang sering bergaul dekat dengan panderita TB aktif.

Tergolong dalam kelompok risiko tinggi terserang TB yaitu para penghuni pemukiman kumuh dan padat. Para manula dan anak juga rentan terjangkit TB karena sistem kekebalan tubuh mereka lemah. Demikian juga para pecandu minuman keras.

Penanganan TBC Oleh Dokter

Penanganan TB oleh dokter dimulai dari diagnosis untuk mengetahui apakah memang ada infeksi oleh basil TB. Diagnosis meliputi rontgen dada, tes mantoux, tes darah dan tes dahak. Dengan serangkaian tes tersebut dokter akan bisa mendeteksi apakah ada basil TB aktif dalam tubuh pasien yang menderita gejala TB.

Langkah pengobatan oleh dokter yaitu dengan memberikan antibiotik dosis tinggi dalam waktu tertentu. Orang yang positif TB biasanya akan diberi obat yang harus dikonsumsi setiap hari selama 6 bulan atau lebih.

Pemerintah Indonesia terus menggalakkan pemberantasan TB ini hingga memberikan pengobatan gratis bagi penderita TB. Jika ada keluarga atau orang terdekat yang memerlukan pengobatan TB, anjurkanlah untuk ke puskesmas agar mendapat obat gratis.

Sedangkan untuk mencegah TB, diterapkanlah pemberian vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) ketika bayi berumur kuramg dari 2 bulan. Inipun telah menjadi imunisasi wajib di Indonesia.

Bahaya Komplikasi Yang Dipicu Tuberkulosis

TBC yang tidak diobati secara tuntas akan sangat berbahaya karena akan menimbulkan komplikasi dan menyerang bagian tubuh lain, bahkan mengancam nyawa pengidapnya. Beberapa komplikasi yang bisa ditimpulkan oleh penyakit TB adalah nyeri tulang punggung, meningitis atau radang selalput otak, rusaknya sendi hingga risiko gangguan jantung, jantung dan ginjal.

Dari berbagai penyebab penyakit TBC diatas, hendaknya kita bisa lebih berhati-hati. Anggota keluarga yang menunjukkan gejala TB harus segera mendapat pengobatan hingga tuntas. Jangan khawatir dan ragu karena obat gratis tersedia di berbagai puskesmas. Selain itu awasilah agar pasien TB di rumah tidak sehari pun lupa mengonsumsi kapsul obat TB.